in

Memahami Ciri Pada Tiap Level Trading Saham, Kamu Yang Mana?

trading saham

devanmedia.com – Apa yang ada di benak kamu ketika mendengar frasa trading saham?. Mungkin kamu langsung berfikir soal grafik, uang banyak, serta properti yang mewah. Jika kamu berfikir seperti itu, makan kamu sama dengan saya. Pasalnya ada banyak orang yang sering mengaitkan saham dengan sumber kekayaan yang cepat.

Pendapat yang tidak benar ini adalah hal yang biasa dan termasuk dalam level maupun tahapan yang menentukan apakah seseorang berhenti atau lanjut menjadi trader saham. Jika kamu merasa bimbang sudah sampai pada titik yang mana dalam dunia trading. Taapan kompetisi berdasarkan pada psikologi yang berdasarkan Noel Burch berikut ini dapat membantu untuk menentukan progres yang kamu jalani.

5 Level Trading Saham

Walau model tahapan kompetensi kepunyaan Noel Burch bersifat umum, Model pembelajaran ini biasa di adaptasi dan di sesuaikan pada trading. Dari sini, timbul 5 level yang dapat menggambarkan tahapan yang di tempuh trader pemula dampai profesional sebagai berikut ini.

1. Ketidaksadaran Pada Kemampuan

Memiliki Ciri : Pemula ( Belum terlalu paham apa yang di maksud trading), Melakukan transaksi tanpa adanya pertimbangan yang layak.

Ini merupakan level di mana seseorang yang masuk pada dunia trading secara langsung tanpa harus belajar terlebih dahulu. Sering kali emosi dan mental menjadi pemicu mereka yang baru saja mencoba trading saham. Hal paling sering yang mendorong seseorang yang minat dengan trading ialah pengaruh dari cerita orang yang sukses.

Dengan mendapatkan iming-iming rumah mewah dan penghasilan banyak setiap harinya. Mereka biasa mendengarkan kisah hidup inilah yang membuatnya percaya bila trading itu dapat menhasilkan uang instan. Namun sebagian besar dari mereka tidak sadar bila penghasilan ribuan dolar tidak mudah di dapatkan pada saat trading.

PolaTrading

Hal yang menjadi patokan utama seorang trader adalah sistem. Sistem ini mengarah kepada pengalaman menjual serta membeli saham serta menyesuaikan dengan kondisi bursa dengan strategi yang di milikinya.

Level trader pemula pastinya belum memiliki pengalaman dalam melakukan trading saham seperti trader profesional. Mereka lebih cenderungmenjual dan membeli saham berdasarkan pada insting saja. Jika Anda trader yang berada pada level ini, ekspetasimu mungkin akan jatuh pada saat grafik saham yang kamu beli menjadi turun.

Kamu pasti akan langsung menjualnya dengan harga yag lebih murah daripada harga jualnya serta menyadari bahwa saham yang baru kamu jual mengalami kenaikan. Jika kamu melihat kenaikan saham anda, kamu akan lebih berani mengambil resiko kerena melihat harganya terus naik tanpa menyadari resiko di balik itu.

Hasilnya saham yang kamu miliki akan mengalami penurunan kembali tanpa sempat menerima hasil yang di harapkan. Ketikdasaran atas ketidakmampuan ini sering mendorong trader pemula untuk memilih di antara dua pilihan. Pilihan pertama adalah untuk berhenti dan pilihan kedua adalah mendalami apa itu trader sebenarnya.

2. Kesadaran Ketidakmampuan

Memiliki Ciri : Tau dirinya belum paham trading, memiliki keinginan untuk belajar, masih cenderung subjektif

Gambaran

Tingkatan yang selanjutnya adalah pada saat seseorang lebih memulai menerima jika dirinya tidak mempunyai dasar yang di butuhkan untuk trading saham. Karena itu mereka akan mulai belajar dari banyak sumber dengan keinginan dapat meningkatkan hasil yang di peroleh dari trading.

Pola Trading

Jika kamu sudah berada pada tinkatan ini, kamu akan memakai strategi dan perangkat teknis untuk bisa mndapatkan hasil dari transaksi jual beli saham. Hal ini pasti berbeda dari level sebelumnya yang hanya menebak apa yang akan terjadi dengan saham yang di milikinya.

Walau begitu, kamu beum bisa mengendalikan emosi yang terlibat justru hanya akan menghambatmu. Jika kamu gagal, akan cenderung menyalahkan strategi atau informasi yang di dapat sebelum menilai diri sendiri. Slain itu, trader ang sudah berada pada tingkatan ini terbiasa mengganti strategi untuk menyesuaikan pergerakan saham.

Walau demikian, kamu tetap sadar bla tingkatan kedua ini lebih berat dari yang sebelumnya. Seseorang dapat berada pada level ini selama beberapa bulan sampai tahun. Selain itu, lebih dari 60% irang aa berhenti pada tahap ini di 3 buan pertama.

3. Momen Pencerahan Dalam Trading Saham

Memiliki Ciri : Sudah bisa mengesampingkan emosi, tidak menyalahkan strategi, sadar saat pergerakan tidak bisa di prediksi.

Gambaran

Seseorang yang berpegalaman saat melakukan trading akan menerima semacam pencerahan saat dirinya tidak bisa memprediksi bursa efek. Emosi mereka tidak bisa mempengaruhi dengan manfaat dan kerugian yang di terima saat trading saham. Sebaliknya, malah akan mendapatkan hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa.

Pola Trading

Kamu yang sudah ada pada tingkatan inimulai bisa memahami saat penghasilan trading diperoleh dari serangkaian saham yang berbeda. Bukannya satu saham yang akan memberikan hasil, dengan begitu kamu bisa menutupi kesalahan dengan kemenanan pada saham yang lain. Kamu juga akan lebih mengikuti strategi tanpa emosi aupun penilaian yang berlebih pada saham.

Valuasi Saham

Beginilah Cara Menghitung Valuasi Saham Untuk Analisa Yang Benar

altcoin

Apa Itu Altcoin?, Serta Apa Yang Membedakannya Dengan Bitcoin