in

Cara Memahami Indikator Teknikal untuk Trader Pemula

Indikator Teknikal

devanmedia.com – Banyaknya indikator teknikal dalam trading forex serta komoditi kerap membuat trader pendatang baru bimbang serta khawatir buat memakainya. Sementara itu penanda bisa menolong Kamu membuat analisis teknikal dengan lebih gampang. Apa guna tiap-tiap penanda, gimana metode membacanya, seluruh kami bahas lengkap dalam panduan berikut buat menolong Kamu menciptakan kesempatan trading dengan lebih gampang!

Indikator oscillator serta penanda tren

Awal, ayo kita bahas 2 tipe penanda bersumber pada tampilannya pada platform trading, baik di MetaTrader maupun di MIFX Mobile. indikator teknikal yang terletak di bagian dasar grafik harga umumnya ialah penanda oscillator. Contohnya, penanda stochastic, RSI, serta MACD. Sebaliknya penanda tren umumnya terletak di grafik harga serta pergerakannya silih beririsan dengan harga. Contoh penanda tren yang terkenal di golongan trader merupakan Fibonacci, moving average, serta bollinger bands.

Gunakan universal indikator teknikal

Secara universal, guna utama indikator teknikal merupakan buat menolong Kamu memantau keadaan pasar. Tanpa penanda, bisa jadi Kamu hendak kesusahan memastikan apakah pasar lagi bearish ataupun bullish, posisi apa yang wajib Kamu buka, serta kapan wajib membuka posisi.

Dengan memakai penanda, Kamu hendak bisa memandang tren apa yang lagi berlangsung dengan lebih gampang, sehingga Kamu bisa memastikan wajib buka posisi buy ataupun sell. Kamu pula bisa mengetahui kekuatan tren tersebut, apakah masih hendak bersinambung panjang ataupun hendak lekas jenuh. Tren yang kokoh berarti harga hendak bergerak ke satu arah buat periode yang lumayan panjang, sehingga dapat Kamu manfaatkan buat mencapai kemampuan profit. Kebalikannya, jauhi tren yang lemah serta keadaan pasar jenuh sebab pergerakan biayanya rawan berputar arah saat sebelum bisa menciptakan profit.

Tidak hanya itu, indikator teknikal pula memudahkan Kamu dalam memastikan zona support serta resistance. Zona support serta resistance ini bisa jadi rujukan Kamu menciptakan momen buka posisi buy serta sell. Baca lebih lengkap menimpa support serta resistance di mari.

indikator teknikal populer

Saat ini, ayo kita bahas sebagian indikator teknikal yang sangat kerap dipakai oleh para trader:

1. Moving Average (MA)

MA ialah penanda tren berupa garis yang bergerak lagging, ataupun lebih lelet dari pergerakan harga. Garis MA yang bergerak naik menampilkan uptrend ataupun bullish, sedangkan garis MA ke dasar berarti downtrend ataupun bearish. Tidak hanya itu, Kamu pula memastikan tingkat support serta resistance dinamis dengan memandang posisi garis MA pada grafik. Garis MA yang terletak di dasar harga jadi tingkat support dinamis, sebaliknya garis MA di atas harga jadi tingkat resistance dinamis.

Kamu pula bisa memakai 2 garis MA dengan periode yang berbeda buat memastikan sinyal buka posisi. Misalnya MA 20 serta MA 50. MA 20 yang memotong MA 50 dari atas ke dasar mengindikasikan sinyal bearish, sehingga Kamu dapat buka posisi sell. Kebalikannya, bila MA 20 memotong MA 50 dari dasar ke atas, ini menampilkan sinyal bullish buat membuka posisi buy. Pelajari penanda Moving Average selengkapnya di mari.

2. Indikator Teknikal Parabolic SAR

Parabolic SAR (stop and reverse) pula ialah penanda tren. Cocok namanya, penanda ini bisa mengindikasikan momen-momen di mana pergerakan harga hendak menyudahi serta berputar arah, ataupun yang biasa diucap reversal.

Bila titik-titik SAR timbul di dasar candlestick, tandanya pasar lagi uptrend. Bila di atas candlestick, berarti pasar lagi downtrend. Reversal hendak nampak apabila terdapat titik SAR yang bertentangan dengan tren, kemudian ada candlestick yang melewati titik SAR tersebut.

3. Bollinger Bands

Bollinger bands terdiri dari garis lower, middle, serta upper band. Kamu bisa memakai penanda ini buat memandang kejenuhan pasar. Bila pergerakan harga memegang upper band, berarti harga telah menggapai keadaan overbought ataupun jenuh beli. Kebalikannya, harga yang bergerak sampai memegang garis dasar menampilkan keadaan oversold ataupun jenuh jual. Keadaan pasar jenuh umumnya menampilkan kalau harga hendak lekas berputar arah.

Kamu dapat melaksanakan buy kala harga memegang garis lower band, tetapi dengan catatan kalau tren harga totalitas lagi naik. Kebalikannya, Kamu dapat melaksanakan sell kala harga memegang garis upper band, tetapi tren harga totalitas lagi turun. Buat mengenali tren totalitas, Kamu dapat mengkombinasikannya dengan garis MA 200.

4. Indikator Teknikal Average Directional Movement Index

Penanda ADX ialah tipe penanda tren yang bisa Kamu pakai buat mengukur kekuatan tren. Garis ADX yang naik menampilkan tren yang menguat serta garis yang turun menampilkan tren yang melemah. Tidak hanya itu, tren pula dikira kokoh dikala garis ADX bergerak menembus tingkat 25. Pelajari lebih lanjut metode membaca kekuatan tren dengan penanda ADX serta dengan mengamati posisi high-low di mari.

5. Fibonacci Retracement

Pakai penanda fibonacci retracement dalam memastikan tingkat support serta resistance, dan memastikan zona buat membuka posisi. Fibonacci terdiri dari level-level tertentu antara 0%-100%, tetapi level-level terutama merupakan tingkat 38.2%, 50%, 61.8%, serta 78.6%.

Tingkat 38.2%-61.8% ialah tingkat support serta resistance yang bisa jadi rujukan buka posisi buy ataupun sell. Tingkat 0% bisa jadi rujukan Take Profit Kamu, sebaliknya rujukan Stop Loss terletak di tingkat 78.6%. Tetapi, bila Kamu berani mengambil resiko lebih besar buat mencapai kemampuan profit yang lebih besar pula, tempatkan Stop Loss di tingkat 100%.

Untuk Kamu para trader pendatang baru, kelima penanda di atas bisa Kamu coba aplikasikan dengan strategi trading Kamu. Yakinkan Kamu uji dahulu pemakaian indikator teknikal di atas dengan Akun Demo agar Kamu bisa melaksanakan simulasi trading secara free serta tanpa resiko!

Investasi Saham

Manfaatkan Investasi Saham Kamu Untuk 3 Hal Berikut

Trading Futures

Inilah 5 Kelebihan Trading Futures Dibanding Bisnis Konvensional